Sedikit Catatan Tidak Penting

Malam ini,ada semacam perasaan aneh.Ya,semacam ada perasaan nelongso yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ya Allah,kenapa rasanya sangat sedih sekali karena tidak bisa bertemu dengan orang tua dalam waktu dua bulan lebih. Sebenarnya,itu bukan menjadi masalah bagiku.Bukankah biasanya aku juga biasa ditinggalkan kedua orang tuaku dalam waktu yang cukup lama. Baru kali ini saja aku sadari betapa peran orang tua itu sangat besar dalam hidup kita. Mungkin,kalimat itu agak aneh…tapi,memang itulah kenyataannya. Sejak kecil,ya sejak kecil sejak aku berumur 5 tahun…aku memang jauh dari orang tuaku. Rasanya itu adalah hal terberat dalam hidupkuyang harus aku terima. Tapi,biar bagaimanapun juga aku tak bisa menyalahkan beliau. Mereka melakukannya demi aku.Ya,agar aku dapat makan dan sekolah. Dan jadilah aku seorang anak yang banyak menjalani hidup tanpa kehadiran orang tuaku. Bagaimanapun,meskipun ada nenek yang mengasuhku tapi aku rasa itu tidak cukup menggantikan peran kedua orang tuaku. Hahaha…tak dapat dibayangkan bagaimana rasanya menjalani hidup seperti itu saat aku kecil. Dan ditambah lagi dengan statusku sebagai anak tunggal. Hahaha…rasanya benar-benar sepi,kosong dan hampa. Meskipun begitu,aku tak pernah kehilangan keceriaanku saat kecil. Pikiranku saat kecil dulu adalah meskipun aku jauh dari orang tuaku,aku masih bisa bermain dengan temanku dan memiliki sahabat-sahabat yang baik. Sekalipun begitu,aku tak pernah berpikir bahwa Allah itu tidak adil. Aku terus menjalani hidup dengan penuh keceriaan layaknya pada umumnya. Tapi,sekali lagi saat itu aku merasakan ada semacam kekosongan yang tak bisa dilukiskan tapi aku tak tahu.

Saat kecil dulu,aku memang tergolong anak yang tidak pintar.Tapi,saat kecil dulu aku begitu ingin menjadi anak yang sepandai teman-temanku. Aneh sekali,keinginanku itu terhalang oleh sifat malasku yang benar-benar gila. Wajar saja,saat teman-teman satu kelas sudah bisa membaca dan aku sendiri tidak bisa membaca. Hahaha…benar-benar terlihat bodoh. Alhasil,orang tua mana yang tidak marah jika melihat anaknya se “ndablek”  dan semalas itu. Dan orang tuakupun memanggil guru privat untuk mengajariku membaca. Sebenarnya,kasihan sekali guru privatku kalau harus mengajari anak semalas aku. Akan tetapi,guru privatku dengan sabar mengajariku sampai aku bisa membaca dan menulis dengan baik. Sampai saat ini,aku merasa jasa beliau begitu besar bagi perubahan dalam hidupku. Terima kasih Bu Ani,engkau telah menjadi bagian dalam hidupku. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada beliau. Sebenarnya,selain sebagai guru lesku…beliau seperti orang tuaku sendiri..ketika aku ada masalah baik dengan orang tuaku maupun dengan temanku aku sering bercerita dengan beliau. Beliau dengan sabar mendengarkan ceritaku dan menasehatiku. Beliau seakan rumah kedua bagiku. Sebenarnya,ada satu peran yang membawa pengaruh yang sangat besar dalam hidupku. Ya..guru SMPku dulu. Meskipun beliau sering memarahiku karena aku terlalu malas,tapi kurasa ada kasih saying yang besar yang aku rasakan dalam setiap apa yang dilakukan beliau. Bahkan,saat aku kesulitan dalam meraih mimpiku…beliau selalu memberiku motivasi yang bagiku dapat membangkitkan semangatku kembali. Tapi,tak jarang beliau mendidikku dengan keras agar aku lebih giat dan tekun dalam meraih mimpiku. Hahaha…sampai sekarang beliau masih aku anggap sebagai orang tuaku. Terima kasih,Pak!Semoga Beilau selalu dalam lindungan Allah Swt. Sebenarnya,mungkin akan sekilas terpikir aku seperti mencari peran seorang orang tua dalam diri orang lain. Tapi,itulah realita nya. Dan aku pun tak pernah berpikir peran orang tua itu tidak penting.

Dan selain bermasalah dalam urusan sekolah,ternyata aku juga tertinggal dalam masalah belajar membaca Al-Quran…hahaha…benar-benar keterlaluan gobloknya..:D dan ujung-ujungnya orang tuaku yang kasihan,beliau terpaksa memanggil guru privat untuk mengajariku membaca Al-quran. Berbeda dengan guru privat sebelumnya,beliau lebih terlihat sebagai guru yang killer. Setiap kali,aku tak bisa aku pasti dimarahi habis-habisan. Beliau juga begitu menekankan akan pentingya sebuah nilai kedisiplinan. Dan dari situlah aku mulai belajar untuk tidak ndablek. Aku mulai sesekali rajin ‘’ngelalar” pelajaranku mengaji. Meskipun beliau terlihat keras,aku yakin itu adalah bentuk kasih saying beliau yang paling tulus  dan agar aku menjadi anak yang “lurus pada jalurnya”.hahaha….dasar bocah ndablek!:D

Saat aku bisa membaca,aku rasa aku memang sedikit mempunyai semacam rasa antusiasme yang lebih untuk belajar dibandingkan anak lain. Aku mulai suka membaca banyak buku-buku yang kadang tidak relevan dengan pelajaran sebenarnya. Saat itu,pertama motivasiku timbul. Aku sangat ingin belajar dan banyak ingin tahu dari membaca. Ini sangat menarik sebenarnya…aku tahu sebenarnya kemampuan dasarku masih dibawa teman-teman lain. Sekali lagi karena motivasi itulah…aku mau bekerja lebih keras dari anak lain. Sejak kecil,aku memang percaya bahwa dengan bekerja lebih keras dari anak-anak lain maka kita bisa berada di atas mereka. Sebanranya itu terlalu ambisius dan terlalu naïf bagi anak sekecil itu yang memiliki motivasi sedemikian. Itu memang pelajaran ayang aku dapat,saat aku belajar membaca…”betapapun gobloknya seseorang,jika dia mau berusaha maka dia akan menjadi sedikit pintar.”

Waktupun terus berlalu…sejak kelas dua MI,aku tak pernah mendapatkan peringkat nomer dua. Aku terus memberikan yang terbaik dalam setiap usahaku. Rasanya,senang dan bahagia sekali bila mendapat hasil terbaik dari kerja keras sendiri. Aku rasa aku terus tumbuh dalam suatu lingkungan yang tidak mendukung tapi aku berusaha melawan hal itu dan terus tumbuh menjadi pribadi yang kuat dank keras. Sekalipun,ada yang mengatakan,”jadilah manusia normal dan hiduplah seperti anak-anak yang lain..’’ aku rasa aku kurang setuju dengan inisiatif seperti itu,karena aku ingin melawan semua halangan itu dan menjalani hidup dengan sepenuhnya…itu saja…(Bersambung.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s